Alkisah ada dua orang mahasiswa yang sedang sibuk
belajar. Sebut saja Si Putih dan Si Hitam. Besok ujian
akhir semester tetapi mereka belum belajar sama sekali.
Malamnya mereka belajar mati-matian untuk
mengahadapinya. Namun alangkah sialnya, malam itu
tiba-tiba mati listrik. Kabel listrik di dekat rumah mereka
putus tertimpa pohon.
Si Putih marah-marah tidak karuan. Dia menyalahkan
segala sesuatu yang menyebabkan ini terjadi. Mulai dari
PLN yang lama mengatasinya. Pemkot yang tidak
mengantisipasi kejadian tersebut dan menebag pohonya
terlebih dahulu. Menyalahkan dirinya sendiri karena
tidak bisa memperbaiki kabel itu sendiri. Dan
sebagainya. Malam itu dia sama sekali tidak bisa belajar
. Tetapi apa yang dilakukan SI Hitam malam itu? Mudah
saja. Dia menyalakan lilin.
***
Memang bukan matahari yang dapat menerangi seisi
dunia. Namun lilin kecil sudah cukuplah untuk menghiasi
kegelapan dengan cahaya. Daripada mengutuki
kegelapan dan menunggu datangnya pagi, lebih baik
menyalakan lilin untuk menghilangkan kegelapan.
Bagitu pula buku ini mungkin tidak akan dapat
mengubah seisi dunia, namun saya harap buku ini dapat
membantu mereka yang membacanya untuk
mendapatkan pencerahan dan inspirasi.
Blog ini berisi tulisan-tulisan yang ada di benak saya
ketika melihat fenomena-fenomena tertentu. Tulis
tersebut saya bentuk menjadi semacam prosa,
terkadang semacam monolog dalam diri.
Hanya saja dalam penulisannya mungkin bagi beberapa orang
terkesan sedikit kasar dan menyinggung. Namun ini semua
hanya agar kita dapat lebih memahami cara pikir yang berbeda
dari yang selama ini kita lakukan.
Bagaimanapun juga penulis percaya bahwa segala macam
keburukan adalah sebuah efek samping dari sebuah kebaikan.
Tidak ada orang-orang yang benar-benar buruk dan tidak ada
orang yang benar-benar baik. Segala macam keburukan yang
terjadi merupakan ketidaksengajaan.
Karena itu penulis mencoba untuk mengajak para pembaca
memahami cara berpikir yang cukup berbeda, dimana apa yang
selama ini kita anggap baik sebenarnya tidaklah sepenuhnya
baik dan apa yang kita anggap buruk sebenarnya tidak buruk
sepenuhnya tergantung darimana kita memandangnya.
Hanya saja dalam buku ini penulis memberi sedikit penjelasan
agar nantinya tidak terjadi kesalahpahaman antara penulis dan
pembaca.
Engkau lilin-lilin kecil
sanggupkah kau mengganti
sanggupkah kau memberi seberkas cahaya
Engkau lilin-lilin kecil
sanggupkah kau berpijar
sanggupkah kau menyengat seisi dunia
belajar. Sebut saja Si Putih dan Si Hitam. Besok ujian
akhir semester tetapi mereka belum belajar sama sekali.
Malamnya mereka belajar mati-matian untuk
mengahadapinya. Namun alangkah sialnya, malam itu
tiba-tiba mati listrik. Kabel listrik di dekat rumah mereka
putus tertimpa pohon.
Si Putih marah-marah tidak karuan. Dia menyalahkan
segala sesuatu yang menyebabkan ini terjadi. Mulai dari
PLN yang lama mengatasinya. Pemkot yang tidak
mengantisipasi kejadian tersebut dan menebag pohonya
terlebih dahulu. Menyalahkan dirinya sendiri karena
tidak bisa memperbaiki kabel itu sendiri. Dan
sebagainya. Malam itu dia sama sekali tidak bisa belajar
. Tetapi apa yang dilakukan SI Hitam malam itu? Mudah
saja. Dia menyalakan lilin.
***
Memang bukan matahari yang dapat menerangi seisi
dunia. Namun lilin kecil sudah cukuplah untuk menghiasi
kegelapan dengan cahaya. Daripada mengutuki
kegelapan dan menunggu datangnya pagi, lebih baik
menyalakan lilin untuk menghilangkan kegelapan.
Bagitu pula buku ini mungkin tidak akan dapat
mengubah seisi dunia, namun saya harap buku ini dapat
membantu mereka yang membacanya untuk
mendapatkan pencerahan dan inspirasi.
Blog ini berisi tulisan-tulisan yang ada di benak saya
ketika melihat fenomena-fenomena tertentu. Tulis
tersebut saya bentuk menjadi semacam prosa,
terkadang semacam monolog dalam diri.
Hanya saja dalam penulisannya mungkin bagi beberapa orang
terkesan sedikit kasar dan menyinggung. Namun ini semua
hanya agar kita dapat lebih memahami cara pikir yang berbeda
dari yang selama ini kita lakukan.
Bagaimanapun juga penulis percaya bahwa segala macam
keburukan adalah sebuah efek samping dari sebuah kebaikan.
Tidak ada orang-orang yang benar-benar buruk dan tidak ada
orang yang benar-benar baik. Segala macam keburukan yang
terjadi merupakan ketidaksengajaan.
Karena itu penulis mencoba untuk mengajak para pembaca
memahami cara berpikir yang cukup berbeda, dimana apa yang
selama ini kita anggap baik sebenarnya tidaklah sepenuhnya
baik dan apa yang kita anggap buruk sebenarnya tidak buruk
sepenuhnya tergantung darimana kita memandangnya.
Hanya saja dalam buku ini penulis memberi sedikit penjelasan
agar nantinya tidak terjadi kesalahpahaman antara penulis dan
pembaca.
Engkau lilin-lilin kecil
sanggupkah kau mengganti
sanggupkah kau memberi seberkas cahaya
Engkau lilin-lilin kecil
sanggupkah kau berpijar
sanggupkah kau menyengat seisi dunia
Komentar
Posting Komentar