Langsung ke konten utama

Kepo pada catatan blog



Teman saya pernah berkata bahwa demokrasi hanya bisa diterapkan
pada masyarakat yang bisa mengatur dirinya sendiri. Oh pantas di
Indonesia meskipun menerapkan demokrasi tetap saja carut marut.
Karena selama ini kita biasa hidup dengan cara diatur oleh
pemerintah dan bukan mengatur diri kita sendiri.

Menurut saya semua hal memiliki caranya sendiri-sendiri. Kita lihat
saja cangkul dari masing-masing daerah panjangnya saja berbeda-
beda. Hal ini karena masing-masing daerah memiliki kontur tanahnya
yang berbeda-beda pula.

Di Indonesia ini kita mencoba mengatur masyarakat kita dengan cara
Amerika. Namun sayangnya cara ini kurang cocok dengan
masyarakat kita. Padahal bangsa-bangsa yang lain maju karena
menggunakan cara mereka sendiri.

Bangsa Jepang misalnya maju dengan mengandalkan sikap berbakti
rakyatnya kepada penguasa. Bangsa Amerika maju dengan sikap
individualis mandiri rakyatnya.

Kita tidak individualis-mandiri, kita tidak juga berbakti pada para
penguasa. Saya masih terus berpikir potensi apa yang kita miliki yang
bisa membuat bangsa ini maju.

Jawaban saya hingga saat ini adalah kolektivitas kelompok yang
sangat kuat jika kita bisa mengolahnya dengan tepat, mungkin
bangsa ini bisa maju dengan pesat.

Bayangkan suatu saat nanti orang-orang Indonesia memiliki totalitas
dalam bekerja dengan dilandasi semangat persaudaraan dan
pengabdian untuk Tuhan mereka. Bukankah kita bangsa yang
memiliki rasa persaudaraan yang tinggi dan religius

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Benarkah Kita ingin Seperti Mereka ?

Ah, orang Indonesia memang pemalas. Coba lihat di jam kerja seperti ini banyak pegawai yang hanya duduk-duduk saja mengobrol dengan teman sebelahnya. Herannya lagi, hal seperti ini berlangsung setiap saat dari pagi hingga pagi lagi. Kita yang dalam bekerja pun tidak maksimal. Kerja hanya setengah-setengah yang penting selesai. Etos kerja yang sangat rendah. Datang terlambat, istirahat molor, pulang duluan. Di kantor pun tak tahu apa yang dikerjakan. Bekerja dengan sangat cepat bagai kura-kura. Bekerja segan, nganggur pun tak mau. Meremehkan pekerjaan kita, dan meremehkan masalah yang ada. Terlambat menjadi nama julukan yang telah meresap ke sendi- sendi. Kerja bagi kita hanya berbatas pada uang bukan ambisi atau cita- cita. Tak ada kah semangat dari dalam diri kita untuk bekerja sepenuh hati mengorbankan, jiwa, raga, harta, dan waktu demi pekerjan kita? Pelajar dan mahasiswa pun sama saja. Kita di kelas yang sibuk bermain hape dan tidak memperhatikan apa yang...

Nasionalisme Instan

Bukan negerinya, melainkan orang-orang yang mendiami negeri ini. Mereka adalah orang-orang instan. Tentu saja bukan berarti orang- orang ini berada dalam bungkusan dan siap dimasukkan ke dalam air panas agar matang. Tetapi instan sudah melekat dalam hati dan pikiran kami. Mungkin ini karena apa yang kami makan. Meskipun mie bukan makanan pokok kami, tetapi kami adalah negara konsumer mie instan terbesar di dunia. Bahkan salah satu produk mie instan dari negeri kami sangat terkenal dan digemari di dunia. Jadi wajar jika pikiran kami pun ingin yang serba instan. Mulai dari tontonan kami: sinetron instan, artis instan, politikus instan, pokoknya segala sesuatu yang berhubungan dengan sesuatu yang dapat terwujud secara tiba-tiba itulah yang kami gemari. Tentu saja tidak heran jika artis dan politikus dadakan menjamur bak di musim hujan. Sekali lagi, ini negeri orang instan. Bahkan pemimpin kami pun pemimpin instan. Presiden yang menggunakan jinggle mie instan sebag...

Menjadi Sebuah Bangsa Yang Besar !

Bangsa ini adalah sebuah bangsa besar, namun sayangnya namanya belum sebesar yang diharapkan. Masih banyak kekurangan di berbagai tempat. Bahkan jati diri bangsa pun mulai hilang. Padahal bangsa-bangsa besar yang ada saat ini tumbuh dengan jati dirinya. Orang bilang Amerika dan Eropa adalah bangsa yang besar. Bangsa yang giat bekerja keras membangun bangsanya. Apa yang menyebabkan mereka bisa menjadi bangsa yang besar? Pikirku kebesaran mereka adalah karena kesendirian masyarakatnya. Masyarakat yang individualis dan kurang dekat dengan orang lain. Sehingga mereka harus bekerja keras agar bisa mandiri dan menciptakan keamanan bagi diri mereka sendiri. Mereka bekerja untuk membuktikan bahwa diri mereka mampu. Mereka bekerja untuk membuktikan kepada orang lain bahwa mereka mampu dan hebat. Seperti itulah mereka. Begitu pula Jepang, mereka bangsa yang besar. Mereka mampu bangkit dan berkembang dengan pesat. Apa yang menyebabkan mereka menjadi bangsa yang besar? Pikirku kehormata...