Langsung ke konten utama

Pikiran Sehat

Mengapa kalian penjarakan ilmu kalian dalam kampus-kampus dan hanya kalian wujudkan ke dalam abjad-abjad dan menjadikan ilmu pribadi? Yang terus direnungi tanpa mau menyebar luaskan?

Ilmu adalah untuk disebarluaskan tetapi sampai batas melewati plagiatisme adalah penipuan. Gambar- gambar yang digunakan dalam buku ini bukan milik penulis.

Penulis hanya menggunakan sumber gambar-gambar yang ada di internet. Bahkan gagasan dan ide juga didapat dari internet. Jika ada yang mengklaim, mungkin rasa tamaklah yang sedang bersemayam dalam dirinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Pengantar Blog

Alkisah ada dua orang mahasiswa yang sedang sibuk belajar. Sebut saja Si Putih dan Si Hitam. Besok ujian akhir semester tetapi mereka belum belajar sama sekali. Malamnya mereka belajar mati-matian untuk mengahadapinya. Namun alangkah sialnya, malam itu tiba-tiba mati listrik. Kabel listrik di dekat rumah mereka putus tertimpa pohon. Si Putih marah-marah tidak karuan. Dia menyalahkan segala sesuatu yang menyebabkan ini terjadi. Mulai dari PLN yang lama mengatasinya. Pemkot yang tidak mengantisipasi kejadian tersebut dan menebag pohonya terlebih dahulu. Menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa memperbaiki kabel itu sendiri. Dan sebagainya. Malam itu dia sama sekali tidak bisa belajar . Tetapi apa yang dilakukan SI Hitam malam itu? Mudah saja. Dia menyalakan lilin. *** Memang bukan matahari yang dapat menerangi seisi dunia. Namun lilin kecil sudah cukuplah untuk menghiasi kegelapan dengan cahaya. Daripada mengutuki kegelapan dan menunggu datangnya pagi, lebih b...

Kepo pada catatan blog

Teman saya pernah berkata bahwa demokrasi hanya bisa diterapkan pada masyarakat yang bisa mengatur dirinya sendiri. Oh pantas di Indonesia meskipun menerapkan demokrasi tetap saja carut marut. Karena selama ini kita biasa hidup dengan cara diatur oleh pemerintah dan bukan mengatur diri kita sendiri. Menurut saya semua hal memiliki caranya sendiri-sendiri. Kita lihat saja cangkul dari masing-masing daerah panjangnya saja berbeda- beda. Hal ini karena masing-masing daerah memiliki kontur tanahnya yang berbeda-beda pula. Di Indonesia ini kita mencoba mengatur masyarakat kita dengan cara Amerika. Namun sayangnya cara ini kurang cocok dengan masyarakat kita. Padahal bangsa-bangsa yang lain maju karena menggunakan cara mereka sendiri. Bangsa Jepang misalnya maju dengan mengandalkan sikap berbakti rakyatnya kepada penguasa. Bangsa Amerika maju dengan sikap individualis mandiri rakyatnya. Kita tidak individualis-mandiri, kita tidak juga berbakti pada para penguasa. Saya masih terus ber...